Monday, September 15, 2014

Sungguh Heran

Catatan diri pagi ini dicopas dari group line. Sebagai catatan diri saya, pengingat ketika saya membacanya kembali.

🍫. SUNGGUH HERAN..!

Sungguh heran..
Ada yg tdk mau sholat..
Padahal iblis diusir dari sorga krn tdk mau sujud 1x krn kesombongannya..
Lantas bgmn dgn org yg tdk mau sujud 34x dlm sehari dgn sombongnya..

Sungguh heran..
Ada org yg sombong dan sangat berbangga diri dgn segala yg ada pada dirinya..
Padahal kemarin dia adlah air mani dan esok pasti akan mati..

Sungguh heran..
Ada yg menutupi mobilnya krn takut lecet dan berdebu..
Tp membiarkan anak istrinya terbuka tanpa hijab..

Sungguh heran..
Ada yg pergi pagi pulang malam utk mengejar rizkinya..
Tp tdk pernah dtg ke 'rumah' Sang pemberi rizki utk berjamaah..

Sungguh heran..
Ada yg berjuang mati2an utk membangun rumah di dunia..
Tp ia lupa membangun rumah abadinya di akherat..

Sungguh heran..
Dia tau pasti jika dunia ini adlah jembatan menuju akherat..
Tp ia msh saja sibuk membangun istana di atas jembatan..

Ketahuilah saudaraku..
Sungguh engkau pasti mati..
Setelah itu rumahmu bukan lg milikmu..
Hartamu menjadi milik ahlimu..
Istrimu / suamimu akan nikah lagi...
Dan mrk akan mulai melupakanmu..
Kemudian mrk masing2 sibuk dgn kehidupannya..

Lantas engkau..
Apa yg skr terjadi dgnmu?
Apa yg tersisa dr milikmu?
Amalan apa yg telah engkau bawa menghadap Rabb-mu?

Biar kutebak..
Menyesal..??
Skrg mengharap dimasukkan surga..tanpa bekal??
Skrg berharap sangat dibebaskan dr hisab dan adzab..tanpa amal??

Bodoh..
Sungguh engkau telah TERLAMBAT..
Sungguh engkau telah TERTIPU..
Sungguh engkau telah BINASA..

"...Ingatlah, sesungguhnya mrk lah org2 yg bodoh, tetapi mrk tidak tahu." ﴾al-Baqarah, 13)

"(yaitu) org2 yg menjadikan agama mrk sebagai main2 dan senda gurau..DAN KEHIDUPAN DUNIA TELAH MENIPU MEREKA".
Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mrk sebagaimana mrk melupakan pertemuan mrk dgn hari ini, dan (sebagaimana) mrk selalu mengingkari ayat2 Kami." ﴾al A'raf, 51﴿

::Indahnya Islam,bagi kaum yg brfikir::

share-an dari Ustadz Fatih Karim

Wednesday, September 3, 2014

Ketika yang halal tercampur yang haram

Catatan diri pagi ini saya ambil dari postingan seorang teman di group.

Nerusin BC dari Ust. Salim A Fillah. Tentang #Renungan

Ketika Yang Halal Tercampur Yang Haram

Seseorang datang kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kesempitan hidup yang ia alami. Dia memberi tahukan bahwa ia bekerja sebagai orang upahan dengan gaji 5 dirham. Dan gaji itu tidak mencukupinya.

Namun anehnya, Imam Syafi’i justru menyuruh dia untuk menemui orang yang mengupahnya supaya mengurangi gajinya menjadi 4 dirham. Orang itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’i sekalipun ia tidak paham apa maksud dari perintah itu.

Setelah berlalu beberapa lama orang itu datang lagi kepada Imam Syafi’i mengadukan tentang kehidupannya yang tidak ada kemajuan. Lalu Imam Syafi’i memerintahkannya untuk kembali menemui orang yang mengupahnya dan minta untuk mengurangi lagi gajinya menjadi 3 dirham. Orang itupun pergi melaksanakan anjuran Imam Syafi’i dengan perasaan sangat heran.

Setelah berlalu sekian hari orang itu kembali lagi menemui Imam Syafi’i dan berterima kasih atas nasehatnya. Ia menceritakan bahwa uang 3 dirham justru bisa menutupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan hidupnya menjadi lapang. Ia menanyakan apa rahasia di balik itu semua?

Imam Syafi’i menjelaskan bahwa pekerjaan yang ia jalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari 3 dirham. Dan kelebihan 2 dirham itu telah mencabut keberkahan harta yang ia miliki ketika tercambur dengannya.

Lalu Imam Syafi’i membacakan sebuah sya’ir:

جمع الحرام على الحلال ليكثره
دخل الحرام على الحلال فبعثره

Dia kumpulkan yang haram dengan yang halal supaya ia menjadi banyak.

Yang harampun masuk ke dalam yang halal lalu ia merusaknya.

_____

Barangkali kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita dalam bekerja. Jangan terlalu berharap gaji besar bila pekerjaan kita hanya sederhana. Dan jangan berbangga dulu mendapatkan gaji besar, padahal etos kerja sangat lemah atau tidak seimbang dengan gaji yang diterima.

Bila gaji yang kita terima tidak seimbang dengan kerja, artinya kita sudah menerima harta yang bukan hak kita. Itu semua akan menjadi penghalang keberkahan harta yang ada, dan mengakibatkan hisab yang berat di akhirat kelak.

Harta yang tidak berkah akan mendatangkan permasalahan hidup yang membuat kita susah, sekalipun bertaburkan benda-benda mewah dan serba lux. Uang banyak di bank tapi setiap hari cek-cok dengan istri. Anak-anak tidak mendatangkan kebahagiaan sekalipun jumlahnya banyak. Dengan teman dan jiran sekitar tidak ada yang baikan.

Kendaraan selalu bermasalah. Ketaatan kepada Allah semakin hari semakin melemah. Pikiran hanya dunia dan dunia. Harta dan harta. Penglihatan selalu kepada orang yang lebih dalam masalah dunia. Tidak pernah puas, sekalipun mulutnya melantunkan alhamdulillah tiap menit.

Kening selalu berkerut. Satu persatu penyakitpun datang menghampir. Akhirnya gaji yang besar habis untuk cek up ke dokter sana, periksa ke klinik sini. Tidak ada yang bisa di sisihkan untuk sedekah, infak dan amal-amal sosial demi tabungan masa depan di akhirat. Menjalin silaturrahim dengan sanak keluarga pun tidak. Semakin kelihatan mewah pelitnya juga semakin menjadi. Masa bodoh dengan segala kewajiban kepada Allah. Ada kesempatan untuk shalat ya syukur, tidak ada ya tidak masalah.

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk serius dalam bekerja dan itqan, hingga rezeki kita menjadi berkah dunia dan akhirat.

(Dari ust Zulfi Akmal)

Sunday, April 27, 2014

Siapa Tuhan-Mu?

Kemarin seorang sahabat mengirimkan bbm pada saya perihal pembicaraan serius dirinya dengan gadis pujaannya, kalo anak sekarang bilang tjurhat. kira-kira begini isi Pembicaraannya

F (Fulan) : Bro, Hari ini gua main kerumah si A ni, langsung ketemu ibunya.
A (Ane)  : Wuidih, trus-trus gimana?
F : Ibunya tegas banget dan amat sayang putrinya. baru duduk langsung ditanyakan tujuannya. standart ibunya tinggi bro, dia mau anaknya menikah dengan laki-laki Mapan ya pengennya yang bekerja sebagai PNS atau di BUMN lah. dan nyokapnya ada rencana mau jodohin dia sama anak temannya.
A : Sabar bro, kencengin doa sama tawakal, serahkan semua sama gusti Alloh

Setelah pembicaraan itu saya jadi teringat tentang pembicaraan dengan seorang yang baru saya kenal disebuah tempat kajian di daerah Tebet. dia bercerita beberapa bulan lalu dia bekerja di sebuah bank ternama di Tanah air, setelah mendapatkan materi tentang riba keinginan keluar dari tempat bekerjanya begitu tinggi dan tanpa pikir panjang, tanpa ada pekerjaan yang siap menerima, dia mengundurkan diri dari pekerjaannya.

"Antum ga khawatir besok makan apa? cicilan rumah gimana?"
"Ane percaya, ada Allah yang udah mengatur rezeki hambanya, rezeki tiap hambanya ga akan tertukar. ane serahkan semua sama Allah"
"trus sekarang gimana?'
"Alhamdulillah udah kerja lagi. dulu ane setiap hari menempuh jarak 120Km pergi pulang tempat kerja. sekarang ane deket 1 jam perjalanan aja dari rumah, dan seminggu ane cuma 3 hari kerja"

Subhanallah....

Sering kali kita menciptakan tuhan - tuhan baru dalam hidup kita. kita lupa bahwa Allah lah sesungguhnya yang memberikan kita rezeki. bukan pekerjaan,bukan perusahaan ataupun atasan kita. jadi jangan sampai kita lupa tujuan hidup karena sibuk berlomba dan bermegah-megahan. Ingat tujuan kita untuk menghambakan diri kepada Allah, bukan menghambakan diri pada pekerjaan, kepada atasan, kepada perusahaan dan materi.

mari kita sedikit menyimak surah At-Takatsur

Alhaakumuttakaatsur
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,”

Hatta zultumul makobir
"Sampai kamu masuk ke dalam kubur

Kalla saufata’ lamuun, tsumma kalla saufata’ lamuun
"Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)"

Kalla lauta’lamuun na ilmalyaqiin
"Dan janganlah begitu,kelak kamu akan mengetahui"

Latarawunnal jahiim
"Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim

 tsumma latarawunnaha ainal yaqiin
“Kemudian sungguh kalian itu (orang-orang yang terlalaikan) akan melihat jahim dengan mata kepalamu sendiri

tsumma latus alunnayau maidzin aninnaiim
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahan di dunia itu)”










Thursday, April 24, 2014

Niat

Ba'da Ashar di masjid kami senantiasa dibacakan tentang sebuah hadist. ba'da Ashar kemarin yang dibacakan adalah tentang niat. apakah segala yang kita lakukan lillahi ta'la atau mengharapkan penilaian manusia atau makhluk ciptaanNya yang lain. begini bunyi hadistnya :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat ialah seorang laki-laki yang mati syahid. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohongg. Kamu berperang agar namamu disebut-sebut sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Selanjutnya adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohongg. Akan tetapi kamu belajar agar kamu disebut-sebut sebagai orang alim dan kamu membaca Alquran agar kamu disebut-sebut sebagai seorang qari’, dan kenyataannya kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Kemudian seorang yang diberi keleluasan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dikaruniai beragam harta benda, lantas ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau buka melainkan pasti saya berinfak padanya karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohong. Akan tetapi kamu melakukan hal tersebut agar kamu disebut-sebut sebagai orang yang dermawan. Dan kenyataan kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)

bahkan AlQuran pun membahas

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan .” (QS. Huud: 15-16)

Sedih yah jika nanti saat hari dimana kita diadili segala kebaikan kita di dunia tidak mampu menyelamatkan kita dari api neraka karena perkara niat.

Jadi Apa yang harus kita lakukan?

Luruskan niat dan ikhlas apa yang kita lakukan semata-mata hanya untuk Allah ta'ala.

Lalu adakah ciri-ciri ikhlas?

dikisahkan Jibril kepada Rasulullah Saw, Allah berkata
“Ikhlas itu merupakan rahasia  dari rahasia-Ku, yang Kutitipkan dalam hati orang yang Aku cintai dari hamba-hamba-Ku.”

Sulit bukan untuk ikhlas? karena ternyata keikhlasan itu rahasia Allah dan menariknya ikhlas itu dititipkan dalam hati orang yang Allah cintai bukan dalam hati orang yang mencintai Allah. Subhanallah,  ini Allah langsung yang memilihnya.

mau menjadi hamba yang dicintai Allah?







Wednesday, April 23, 2014

Bangkrut

Apa yang terbayang oleh kalian ketika mendengar kata bangkrut?
tidak punya uang?
banyak hutang?
tidak punya harta benda?
susah?
jatuh miskin?

ada lagi??

dan umumnya pasti semua tentang keduniaan dan kebendaan yang pada dasarnya semua itu bisa kita dapatkan lagi bila kita mau berusaha bangkit dari kebangkrutan. tahukan kalian bahwa ada manusia yang paling bangkrut? yang mana mereka takkan mendapatkan kembali apa yang pernah mereka miliki.

“Tahukah kalian, siapakah muflis (orang yang bangkrut) itu?”. Para sahabat menjawab: “Di kalangan kami, muflis itu adalah seorang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda”. Nabi bersabda : “Muflis di antara umatku itu ialah seseorang yang kelak di hari qiyamat datang lengkap dengan membawa pahala ibadah shalatnya, ibadah puasanya dan ibadah zakatnya. Di samping itu dia juga membawa dosa berupa makian pada orang ini, menuduh yang ini, menumpahkan darah yang ini serta menyiksa yang ini. Lalu diberikanlah pada yang ini sebagian pahala kebaikannya, juga pada yang lain. Sewaktu kebaikannya sudah habis padahal dosa belum terselesaikan, maka diambillah dosa-dosa mereka itu semua dan ditimpakan kepada dirinya. Kemudian dia dihempaskan ke dalam neraka.  (hadist riwayat muslim)


Ternyata rajin ibadah saja tidak cukup karena ibadah kita dapat hangus oleh lima hal tersebut diatas. dan dua hal yang paling mudah menghanguskan adalah mencaci seseorang dan menuduh seseorang. yuk mulai saat ini kita jaga lidah kita dari mencaci, ghibah ataupun memaki dan mulai berprasangka baik pada orang lain






Tuesday, April 22, 2014

mengasah pikiran dan hati

“Rugilah orang yang sibuk memperbaiki penampilan fisik namun lupa mengasah pikiran dan hati. Penampilan fisik bisa menipu, terlihat keren padahal kere. Terlihat bahagia tetapi hatinya hampa. Terlihat kaya padahal hutang dimana-mana. Priotitaskanlah memperbaiki kecerdasan pikiran dan kelembutan serta kejernihan hati Anda agar predikat zombie menjauh dari kehidupan Anda.” - Jamil Azzaini

Monday, April 21, 2014

Lelaki Terbaik

Tulisan ini saya dapat ketika menjelajah di sini, saya reblog sebagai catatan pribadi saya semoga kelak saya bisa menjadi lelaki terbaik bagimu dan anak-anak kita


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _




Dua hari lalu, saya menghadiri dua acara akad nikah di Tangerang dan Jakarta. Semua pemberi nasehat perkawinan mengutip hadits Nabi, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.”

Makna tersirat dari hadits nabi itu adalah tidak mungkin seseorang menjadi lelaki yang baik apabila ia tidak baik dengan keluarganya. Kebaikan kepada keluarganya itu kebaikan yang asli, tanpa pamrih. Watak asli seorang lelaki bisa dilihat dari bagaimana ia memperlakukan istri dan anaknya.

Bagaimana memperlakukan istri dan anak dengan baik dan terhormat? Menurut saya setidaknya ada tiga hal yang bisa kita lakukan. Pertama, mengajak istri dan anak untuk selalu mendekat kepada Allah. Dalam bahasa para ulama terdahulu, “Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.”

Semua hal harus dimulai dengan pertanyaan, “Bila ini saya lakukan, Allah cinta gak ya?” Setelah kegiatan berjalan, kitapun harus tetap bertanya, “Bagaimana caranya agar tangan Allah selalu ikut dalam dalam aktivitas ini?” Lalu, pertanyaan terakhir, “Bagaimana caranya agar kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk kehidupan nanti?” Seorang lelaki yang cerdas akan selalu mengajak istri dan anaknya “membawa” Sang Maha dimanapun dan kapanpun.

Kedua, sebagai lelaki kita harus bermental “to give” bukan “to get”. Apa artinya? Kita harus selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada istri dan anak. Bukan justru selalu bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan dari mereka?” Seorang lelaki terhormat juga sangat tidak pantas mengungkit-ungkit kebaikan dan pemberian kepada istri dan buah hatinya.

Ia juga perlu sering merenung, “Apakah saya sudah menyediakan waktu terbaik untuk mereka? Apakah saya sudah memberikan saran dan arahan yang terbaik untuk istri dan anak saya? Apakah yang saya lakukan ini benar-benar bisa menjadikan mereka SuksesMulia di kemudian hari?

Ketiga, lelaki itu menjadi “pakaian” bagi keluarganya. Fungsi pakaian itu melindungi, menutupi hal-hal yang memang harus ditutupi dan menjaga kehormatan sang pemakaianya. Seorang laki-laki harus menyediakan waktu untuk istri dan anaknya saat mereka ingin curhat, saat ada sesuatu yang membuat mereka gelisah dan perlu perlindungan.

Seorang lelaki juga akan menjaga kehormatan dan harga diri anggota keluarganya. Dia tak akan mengumbar cerita kelemahan dan keburukan istri dan anaknya. Ia akan sibuk mensupport dan mendukung anggota keluarganya sembari memperbaiki kelemahan-kelemahannya. Ia memahami bahwa semua hal adalah proses, perlu waktu dan perlu kesabaran membina istri dan anaknya.

Mulailah menjadi lelaki baik dari rumah, sebab itu cerminan hakiki siapa sejatinya Anda…

Salam SuksesMulia!

Wednesday, April 16, 2014

Catatan Diri : Mengejar Dunia



Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang mencari dunia dengan cara yang halal untuk berbanyak-banyak (berkelebihan) dan berbangga-bangga (sombong) kelak akan bertemu Allah sementara Dia murka kepadanya. Dan siapa yang mencari dunia untuk memenuhi masalah kehidupannya, bekerja keras demi keluarganya, dan menaruh iba terhadap tetangganya, ia akan datang di hari kiamat dan wajahnya bak rembulan di malam purnama.”

Hadist tersebut diatas dibacakan kemarin ba'da Ashar dan yang bikin merinding adalah saat kita mencari dunia dengan halal pun Allah masih bisa murka bila niat dan tujuannya salah apalagi yang jelas-jelas tidak halal dan tujuannya untuk berlebihan dan sombong. murka kuadrat kayanya.

Yuk kita luruskan niat kita dalam mengejar dunia, menghindari sikap berlebihan dan menyingkirkan sombong dari hati kita.

Wednesday, April 9, 2014

Surat Untuk Tuhan

Tuhan…
Bolehkan aku mengintip sedikit, cukup wajahnya saja Tuhan, siapa yang jadi istriku kelak… Karena, jika telah kuketahui sosoknya sebelumnya.. Aku tak perlu khawatir akan keraguanku. Pun, jika dia masih jauh dari jangkauanku, dengan senang hati aku akan memperjuangkannya, meskipun harus bercucur keringat darah karenanya.


Tuhan…
Tahukah Engkau Tuhan… Karena Engkau begitu pelit dengan segala rahasia-Mu, telah banyak hati yang terzalimi. Bahkan mungkin, nyaris melakukan tindakan yang jauh dari ampunan-Mu, yaitu merebut minuman yang harusnya menjadi hak serangga. Tak kasihan kah kau pada serangga itu


Tuhan…
Ah! Maaf Tuhan… Jadi OOT. Jangan di-bata ya Tuhan.. :D


Tuhan..
Jika memang Engkau kekeuh tak berkenan memberi bocoran, pun tak mempan suap, it’s ok Tuhan.
Aku pasrahkan semuanya dalam kehendak-Mu…
Jika kau memaksa menjodohkanku dengan Sandra Dewi, aku pun tak punya pilihan lain untuk menolak Tuhan…
Tapi, kurasa kasihan nanti.. Dunia akan gempar! Para ilmuwan akan panik! Mengetahui fenomena alam ini. Karena dalam era modern seperti sekarang, mu’jizat sudah dianggap hal yang absurd!
Untuk itu, tak perlulah Engkau memaksakan jodohku seorang wanita sempurna fisiknya Tuhan. Cukuplah, seorang yang membuatku nyaman ketika bersamanya.


Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

Tak perlulah dari keluarga ningrat. Cukuplah, jika ia dan keluarganya ikhlas menerimaku dan keluargaku menjadi bagian keluarga mereka, sama seperti keikhlasanku dan keluargaku menerima mereka menjadi keluarga kami yang baru.


“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS.Al-Hujurat(49):13).

Tak perlu memiliki harta melimpah, tapi cukuplah ia gemar bersedekah.


…dan persetubuhan salah seorang dari kalian (dengan isterinya) adalah shadaqah.” [alhadits]


Tak perlu berbudi pekerti luhur, tapi semoga ia bukan wanita keras kepala, tipis nuraninya, dan buta mata hatinya.
Tak perlu memiliki kecerdasan dan tingkat intelejensia di atas rata-rata, tapi cukuplah jika ia sadar dengan kerelaan menyerahkan diri sepenuhnya dalam tanggung jawabku.
Tak perlu harus selalu memahamiku, tapi cukuplah ia jika tak memberatkanku.
Tak perlu harus selalu melayaniku, tapi cukuplah jika ia ikhlas dalam keterpurukanku.
Tak perlu harus pintar masak, tapi cukuplah jika ia sadar dan mengerti bahwa dalam makanan ada keberuntungan, dan keberuntungan itu ‘mahal’. Yang harganya tak bisa terbeli dengan ke’mubazir’an.
Tak perlu harus pintar mengurus rumah, tapi cukuplah jika ia bisa menjaga kehormatan ‘rumah’. Orang jawa bilang: Mikul dhuwur, mendhem jero.
Tak perlu harus pintar dalam mendidik anak, tapi cukuplah jika ia tahu dan sadar, bahwa waktu kebersamaan tak bisa digantikan uang jajan. Dan, kasih sayang tak bisa digantikan maaf dan penyesalan.


Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

Tak perlu seorang alim, tapi cukuplah jika ia bersedia mengingatkanku dan mau kuingatkan jika masing-masing dari kami berada dalam kekhilafan.


Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

Ah! Requestku kebanyakan ya Tuhan…
Maaf ya Tuhan..
Tapi, bagaimanapun ia, jika ia pilihan-Mu, aku yakin itu terbaik untukku…


Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rizki yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

Last but Not Least Tuhan…
Ada ulama yang mengatakan, “Jodoh itu di Tangan Tuhan, tapi kalau ga diambil ya di Tangan Tuhan terus!”
Apa itu benar Tuhan?
Ah! Rahasia lagi…
No Prob Tuhan..
Karena aku tahu, dibalik semua rahasia-Mu, terdapat kebaikan yang memaksa setiap orang untuk terus meningkatkan ikhtiar dan tawakkalnya.


“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49)

Akhirul kalam..
Terima kasih Tuhan telah mendengarkan rajukanku, hamba-Mu yang manja ini..


Ttd


RAHASIA‼!
(Emangnya Tuhan doang yang bisa maen rahasia2an! :p)


“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).






Tuesday, March 25, 2014

Cinta...

Cinta bisa datang
Cinta bisa memilih
Cinta bisa pergi
Tapi ada satu yang ga bisa cinta lakuin...
Cinta ga bisa nunggu!
-dari Doni untuk Olip, Jomblo-

Wednesday, March 19, 2014

Apakah bisa mencintai dengan ikhlas?

Apakah kita bisa mencintai tanpa mengharap dicintai?
Apakah kita bisa mengirim kabar tanpa mengharap balasan?
Apakah kita bisa menelepon tanpa mengharap ditelepon kembali?
Apakah kita bisa bertanya tanpa mengharap jawaban?
Apakah kita bisa??

Wednesday, February 12, 2014

karena apa?

Pagi ini, setelah sholat dhuha entah apa yang merasuki saya tetiba terlintas pertanyaan tentang pernikahan.

kamu menikahi apa dhi?

statusnya kah?
hartanyakah?
kecantikannya kah?
keturunannya kah?
pekerjaannya kah?
kampusnya kah?
hobbynya kah?
bodynya kah?
agamanya kah?

saya tau agama mengajarkan menikahlah karena agamanya. tapi entahlah. bahkan sampai saat ini aku tidak juga mendapat jawaban mengapa aku mencintaimu. yang aku tau aku ingin menikah dengan seseorang yang bisa berbagi cerita tentang apa saja, berganti topik kesana-kesini tanpa pernah berhenti. karena suatu saat yang kita butuhkan adalah teman berbagi cerita.


Tuesday, February 11, 2014

Back to the future...

back to the future, film fiksi tahun 80an tentang perjalanan waktu seorang anak muda bernama marty dan scientist nyentrik bernama doc brown yang menemukan mesin waktu dalam bentuk mobil.


"apa hubungan film ini sama lo dhi?"


sampai saat ini aku merasa masih terjebak dalam masa lalu, ada sesuatu dalam diri ini yang membuat selalu menoleh kebelakang. ada sebuah penyesalan masa lalu yang seandainya aku punya mesin waktu mungkin bisa memperbaikinya. aku berhutang banyak hal di masa lalu jadi izinkan aku untuk membayarnya. bukan untukmu, tapi untukku. agar nanti tak ada lagi alasan untukku menoleh kebelakang dan aku bisa kembali ke masa depan. back to the future!

Sunday, February 9, 2014

Dan kemudian kita bertemu kembali...

minggu, 09 Februari 2014

Pagi ini aku kurang tidur, setelah mengantarkanmu pulang aku masih tetap terjaga. tidur telat, bangun lebih cepat. kita kembali bertukar pesan dan kemudian kamu berkata... "kamu gamau ngajak aku jalan apa??" sejujurnya aku mengharapkan itu, tapi... aku merasa semua terlalu cepat, aku masih jetlag dengan ini semua. kehadiranmu yang tiba-tiba dan pertemuan kita. Akhirnya kita bertemu kembali. cerita mengalir seperti masa lalu, ya sama seperti saat kita masih bersama. kita lebih banyak menghabiskan hari kita dengan saling bercerita dan hal itu yang membuatku jatuh cinta padamu. karena suatu saat nanti, yang kita butuhkan adalah teman berbagi cerita.

banyak hal yang tidak bisa dengan mudah aku ungkapkan, ya aku tau itu kelemahan ku, tidak pandai merangkai kata untuk mengungkapkan perasaanku. seperti saat kamu menanyakan padaku kenapa semalam kurang tidur dan saat itu kopi aceh gayo yang di hidangkan dengan cara tubruk ku jadikan alasan. sejujurnya, aku terlampau senang dengan perjumpaan denganmu mirip anak TK yang tidak bisa tidur karena akan melakukan karyawisata. lain waktu kamu kamu menanyakan apakah dulu aku benar-benar menyayangimu? dan aku tak mampu menjawabnya. sejujurnya, perasaanku padamu tak berkurang satupun dari dulu sampai hari ini. iya aku terlampau dalam menyayangimu.

Lalu apa mauku? bohong jika aku tidak berharap. tapi aku tidak mau lagi berharap padamu. jadi pagi tadi aku bersujud pada-Nya, mengangkat kedua tanganku dan meminta pada-Nya. ya aku berharap padaNya bukan padamu. let it flow, bila jodoh tidak akan kemana, bila jodoh pasti bertemu.


She's Back

Sabtu, 8 Februari 2014

Hari itu sama seperti sabtu-sabtu sebelumnya. aku di kamar, di depan laptop sambil mendengarkan lagu, browsing dan belum mandi. tiba-tiba handphone bergetar. one message I have received in whatsap from u. iya satu pesan dari kamu. kamu yang telah bersembunyi dan menghilang dari hidupku tetiba menanyakan kabar. kamu tau? saat membacanya hati ini bergemuruh kembali, jantung berdetak lebih kencang dari biasanya. yak saat itu aku berfikir akhirnya saatnya tiba, saat aku harus benar-benar meninggalkanmu, mengucapkan selamat tinggal. akhirnya kabar pernikahanmu akan tiba. butuh sekian detik, sekian menit untuk meredakan gemuruh ini. aku balas pesanmu datar, berusaha tenang dan kemudian kamu meminta maaf dan mengalirlah cerita bagaimana kisahmu dan dia selama ini. aku sedih, sedih karena kamu harus merasakan sakit ku, aku kecewa karena aku tidak bisa melindungimu. seandainya dulu aku bisa menjagamu lebih baik mungkin kamu tidak akan sesakit ini. dan kemudian kita bertemu, pertemuan pertama setelah hampir 8 bulan tidak bertemu. bertukar cerita, mengejar 8 bulan yang hilang dari kita. sejak dulu, sampai pagi ini, doaku tak pernah berubah, semoga kamu bahagia.