Sunday, April 27, 2014

Siapa Tuhan-Mu?

Kemarin seorang sahabat mengirimkan bbm pada saya perihal pembicaraan serius dirinya dengan gadis pujaannya, kalo anak sekarang bilang tjurhat. kira-kira begini isi Pembicaraannya

F (Fulan) : Bro, Hari ini gua main kerumah si A ni, langsung ketemu ibunya.
A (Ane)  : Wuidih, trus-trus gimana?
F : Ibunya tegas banget dan amat sayang putrinya. baru duduk langsung ditanyakan tujuannya. standart ibunya tinggi bro, dia mau anaknya menikah dengan laki-laki Mapan ya pengennya yang bekerja sebagai PNS atau di BUMN lah. dan nyokapnya ada rencana mau jodohin dia sama anak temannya.
A : Sabar bro, kencengin doa sama tawakal, serahkan semua sama gusti Alloh

Setelah pembicaraan itu saya jadi teringat tentang pembicaraan dengan seorang yang baru saya kenal disebuah tempat kajian di daerah Tebet. dia bercerita beberapa bulan lalu dia bekerja di sebuah bank ternama di Tanah air, setelah mendapatkan materi tentang riba keinginan keluar dari tempat bekerjanya begitu tinggi dan tanpa pikir panjang, tanpa ada pekerjaan yang siap menerima, dia mengundurkan diri dari pekerjaannya.

"Antum ga khawatir besok makan apa? cicilan rumah gimana?"
"Ane percaya, ada Allah yang udah mengatur rezeki hambanya, rezeki tiap hambanya ga akan tertukar. ane serahkan semua sama Allah"
"trus sekarang gimana?'
"Alhamdulillah udah kerja lagi. dulu ane setiap hari menempuh jarak 120Km pergi pulang tempat kerja. sekarang ane deket 1 jam perjalanan aja dari rumah, dan seminggu ane cuma 3 hari kerja"

Subhanallah....

Sering kali kita menciptakan tuhan - tuhan baru dalam hidup kita. kita lupa bahwa Allah lah sesungguhnya yang memberikan kita rezeki. bukan pekerjaan,bukan perusahaan ataupun atasan kita. jadi jangan sampai kita lupa tujuan hidup karena sibuk berlomba dan bermegah-megahan. Ingat tujuan kita untuk menghambakan diri kepada Allah, bukan menghambakan diri pada pekerjaan, kepada atasan, kepada perusahaan dan materi.

mari kita sedikit menyimak surah At-Takatsur

Alhaakumuttakaatsur
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,”

Hatta zultumul makobir
"Sampai kamu masuk ke dalam kubur

Kalla saufata’ lamuun, tsumma kalla saufata’ lamuun
"Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)"

Kalla lauta’lamuun na ilmalyaqiin
"Dan janganlah begitu,kelak kamu akan mengetahui"

Latarawunnal jahiim
"Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim

 tsumma latarawunnaha ainal yaqiin
“Kemudian sungguh kalian itu (orang-orang yang terlalaikan) akan melihat jahim dengan mata kepalamu sendiri

tsumma latus alunnayau maidzin aninnaiim
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahan di dunia itu)”










Thursday, April 24, 2014

Niat

Ba'da Ashar di masjid kami senantiasa dibacakan tentang sebuah hadist. ba'da Ashar kemarin yang dibacakan adalah tentang niat. apakah segala yang kita lakukan lillahi ta'la atau mengharapkan penilaian manusia atau makhluk ciptaanNya yang lain. begini bunyi hadistnya :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat ialah seorang laki-laki yang mati syahid. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohongg. Kamu berperang agar namamu disebut-sebut sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Selanjutnya adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohongg. Akan tetapi kamu belajar agar kamu disebut-sebut sebagai orang alim dan kamu membaca Alquran agar kamu disebut-sebut sebagai seorang qari’, dan kenyataannya kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”

“Kemudian seorang yang diberi keleluasan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dikaruniai beragam harta benda, lantas ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau buka melainkan pasti saya berinfak padanya karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohong. Akan tetapi kamu melakukan hal tersebut agar kamu disebut-sebut sebagai orang yang dermawan. Dan kenyataan kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)

bahkan AlQuran pun membahas

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan .” (QS. Huud: 15-16)

Sedih yah jika nanti saat hari dimana kita diadili segala kebaikan kita di dunia tidak mampu menyelamatkan kita dari api neraka karena perkara niat.

Jadi Apa yang harus kita lakukan?

Luruskan niat dan ikhlas apa yang kita lakukan semata-mata hanya untuk Allah ta'ala.

Lalu adakah ciri-ciri ikhlas?

dikisahkan Jibril kepada Rasulullah Saw, Allah berkata
“Ikhlas itu merupakan rahasia  dari rahasia-Ku, yang Kutitipkan dalam hati orang yang Aku cintai dari hamba-hamba-Ku.”

Sulit bukan untuk ikhlas? karena ternyata keikhlasan itu rahasia Allah dan menariknya ikhlas itu dititipkan dalam hati orang yang Allah cintai bukan dalam hati orang yang mencintai Allah. Subhanallah,  ini Allah langsung yang memilihnya.

mau menjadi hamba yang dicintai Allah?







Wednesday, April 23, 2014

Bangkrut

Apa yang terbayang oleh kalian ketika mendengar kata bangkrut?
tidak punya uang?
banyak hutang?
tidak punya harta benda?
susah?
jatuh miskin?

ada lagi??

dan umumnya pasti semua tentang keduniaan dan kebendaan yang pada dasarnya semua itu bisa kita dapatkan lagi bila kita mau berusaha bangkit dari kebangkrutan. tahukan kalian bahwa ada manusia yang paling bangkrut? yang mana mereka takkan mendapatkan kembali apa yang pernah mereka miliki.

“Tahukah kalian, siapakah muflis (orang yang bangkrut) itu?”. Para sahabat menjawab: “Di kalangan kami, muflis itu adalah seorang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda”. Nabi bersabda : “Muflis di antara umatku itu ialah seseorang yang kelak di hari qiyamat datang lengkap dengan membawa pahala ibadah shalatnya, ibadah puasanya dan ibadah zakatnya. Di samping itu dia juga membawa dosa berupa makian pada orang ini, menuduh yang ini, menumpahkan darah yang ini serta menyiksa yang ini. Lalu diberikanlah pada yang ini sebagian pahala kebaikannya, juga pada yang lain. Sewaktu kebaikannya sudah habis padahal dosa belum terselesaikan, maka diambillah dosa-dosa mereka itu semua dan ditimpakan kepada dirinya. Kemudian dia dihempaskan ke dalam neraka.  (hadist riwayat muslim)


Ternyata rajin ibadah saja tidak cukup karena ibadah kita dapat hangus oleh lima hal tersebut diatas. dan dua hal yang paling mudah menghanguskan adalah mencaci seseorang dan menuduh seseorang. yuk mulai saat ini kita jaga lidah kita dari mencaci, ghibah ataupun memaki dan mulai berprasangka baik pada orang lain






Tuesday, April 22, 2014

mengasah pikiran dan hati

“Rugilah orang yang sibuk memperbaiki penampilan fisik namun lupa mengasah pikiran dan hati. Penampilan fisik bisa menipu, terlihat keren padahal kere. Terlihat bahagia tetapi hatinya hampa. Terlihat kaya padahal hutang dimana-mana. Priotitaskanlah memperbaiki kecerdasan pikiran dan kelembutan serta kejernihan hati Anda agar predikat zombie menjauh dari kehidupan Anda.” - Jamil Azzaini

Monday, April 21, 2014

Lelaki Terbaik

Tulisan ini saya dapat ketika menjelajah di sini, saya reblog sebagai catatan pribadi saya semoga kelak saya bisa menjadi lelaki terbaik bagimu dan anak-anak kita


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _




Dua hari lalu, saya menghadiri dua acara akad nikah di Tangerang dan Jakarta. Semua pemberi nasehat perkawinan mengutip hadits Nabi, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.”

Makna tersirat dari hadits nabi itu adalah tidak mungkin seseorang menjadi lelaki yang baik apabila ia tidak baik dengan keluarganya. Kebaikan kepada keluarganya itu kebaikan yang asli, tanpa pamrih. Watak asli seorang lelaki bisa dilihat dari bagaimana ia memperlakukan istri dan anaknya.

Bagaimana memperlakukan istri dan anak dengan baik dan terhormat? Menurut saya setidaknya ada tiga hal yang bisa kita lakukan. Pertama, mengajak istri dan anak untuk selalu mendekat kepada Allah. Dalam bahasa para ulama terdahulu, “Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.”

Semua hal harus dimulai dengan pertanyaan, “Bila ini saya lakukan, Allah cinta gak ya?” Setelah kegiatan berjalan, kitapun harus tetap bertanya, “Bagaimana caranya agar tangan Allah selalu ikut dalam dalam aktivitas ini?” Lalu, pertanyaan terakhir, “Bagaimana caranya agar kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk kehidupan nanti?” Seorang lelaki yang cerdas akan selalu mengajak istri dan anaknya “membawa” Sang Maha dimanapun dan kapanpun.

Kedua, sebagai lelaki kita harus bermental “to give” bukan “to get”. Apa artinya? Kita harus selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada istri dan anak. Bukan justru selalu bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan dari mereka?” Seorang lelaki terhormat juga sangat tidak pantas mengungkit-ungkit kebaikan dan pemberian kepada istri dan buah hatinya.

Ia juga perlu sering merenung, “Apakah saya sudah menyediakan waktu terbaik untuk mereka? Apakah saya sudah memberikan saran dan arahan yang terbaik untuk istri dan anak saya? Apakah yang saya lakukan ini benar-benar bisa menjadikan mereka SuksesMulia di kemudian hari?

Ketiga, lelaki itu menjadi “pakaian” bagi keluarganya. Fungsi pakaian itu melindungi, menutupi hal-hal yang memang harus ditutupi dan menjaga kehormatan sang pemakaianya. Seorang laki-laki harus menyediakan waktu untuk istri dan anaknya saat mereka ingin curhat, saat ada sesuatu yang membuat mereka gelisah dan perlu perlindungan.

Seorang lelaki juga akan menjaga kehormatan dan harga diri anggota keluarganya. Dia tak akan mengumbar cerita kelemahan dan keburukan istri dan anaknya. Ia akan sibuk mensupport dan mendukung anggota keluarganya sembari memperbaiki kelemahan-kelemahannya. Ia memahami bahwa semua hal adalah proses, perlu waktu dan perlu kesabaran membina istri dan anaknya.

Mulailah menjadi lelaki baik dari rumah, sebab itu cerminan hakiki siapa sejatinya Anda…

Salam SuksesMulia!

Wednesday, April 16, 2014

Catatan Diri : Mengejar Dunia



Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang mencari dunia dengan cara yang halal untuk berbanyak-banyak (berkelebihan) dan berbangga-bangga (sombong) kelak akan bertemu Allah sementara Dia murka kepadanya. Dan siapa yang mencari dunia untuk memenuhi masalah kehidupannya, bekerja keras demi keluarganya, dan menaruh iba terhadap tetangganya, ia akan datang di hari kiamat dan wajahnya bak rembulan di malam purnama.”

Hadist tersebut diatas dibacakan kemarin ba'da Ashar dan yang bikin merinding adalah saat kita mencari dunia dengan halal pun Allah masih bisa murka bila niat dan tujuannya salah apalagi yang jelas-jelas tidak halal dan tujuannya untuk berlebihan dan sombong. murka kuadrat kayanya.

Yuk kita luruskan niat kita dalam mengejar dunia, menghindari sikap berlebihan dan menyingkirkan sombong dari hati kita.

Wednesday, April 9, 2014

Surat Untuk Tuhan

Tuhan…
Bolehkan aku mengintip sedikit, cukup wajahnya saja Tuhan, siapa yang jadi istriku kelak… Karena, jika telah kuketahui sosoknya sebelumnya.. Aku tak perlu khawatir akan keraguanku. Pun, jika dia masih jauh dari jangkauanku, dengan senang hati aku akan memperjuangkannya, meskipun harus bercucur keringat darah karenanya.


Tuhan…
Tahukah Engkau Tuhan… Karena Engkau begitu pelit dengan segala rahasia-Mu, telah banyak hati yang terzalimi. Bahkan mungkin, nyaris melakukan tindakan yang jauh dari ampunan-Mu, yaitu merebut minuman yang harusnya menjadi hak serangga. Tak kasihan kah kau pada serangga itu


Tuhan…
Ah! Maaf Tuhan… Jadi OOT. Jangan di-bata ya Tuhan.. :D


Tuhan..
Jika memang Engkau kekeuh tak berkenan memberi bocoran, pun tak mempan suap, it’s ok Tuhan.
Aku pasrahkan semuanya dalam kehendak-Mu…
Jika kau memaksa menjodohkanku dengan Sandra Dewi, aku pun tak punya pilihan lain untuk menolak Tuhan…
Tapi, kurasa kasihan nanti.. Dunia akan gempar! Para ilmuwan akan panik! Mengetahui fenomena alam ini. Karena dalam era modern seperti sekarang, mu’jizat sudah dianggap hal yang absurd!
Untuk itu, tak perlulah Engkau memaksakan jodohku seorang wanita sempurna fisiknya Tuhan. Cukuplah, seorang yang membuatku nyaman ketika bersamanya.


Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

Tak perlulah dari keluarga ningrat. Cukuplah, jika ia dan keluarganya ikhlas menerimaku dan keluargaku menjadi bagian keluarga mereka, sama seperti keikhlasanku dan keluargaku menerima mereka menjadi keluarga kami yang baru.


“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS.Al-Hujurat(49):13).

Tak perlu memiliki harta melimpah, tapi cukuplah ia gemar bersedekah.


…dan persetubuhan salah seorang dari kalian (dengan isterinya) adalah shadaqah.” [alhadits]


Tak perlu berbudi pekerti luhur, tapi semoga ia bukan wanita keras kepala, tipis nuraninya, dan buta mata hatinya.
Tak perlu memiliki kecerdasan dan tingkat intelejensia di atas rata-rata, tapi cukuplah jika ia sadar dengan kerelaan menyerahkan diri sepenuhnya dalam tanggung jawabku.
Tak perlu harus selalu memahamiku, tapi cukuplah ia jika tak memberatkanku.
Tak perlu harus selalu melayaniku, tapi cukuplah jika ia ikhlas dalam keterpurukanku.
Tak perlu harus pintar masak, tapi cukuplah jika ia sadar dan mengerti bahwa dalam makanan ada keberuntungan, dan keberuntungan itu ‘mahal’. Yang harganya tak bisa terbeli dengan ke’mubazir’an.
Tak perlu harus pintar mengurus rumah, tapi cukuplah jika ia bisa menjaga kehormatan ‘rumah’. Orang jawa bilang: Mikul dhuwur, mendhem jero.
Tak perlu harus pintar dalam mendidik anak, tapi cukuplah jika ia tahu dan sadar, bahwa waktu kebersamaan tak bisa digantikan uang jajan. Dan, kasih sayang tak bisa digantikan maaf dan penyesalan.


Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

Tak perlu seorang alim, tapi cukuplah jika ia bersedia mengingatkanku dan mau kuingatkan jika masing-masing dari kami berada dalam kekhilafan.


Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

Ah! Requestku kebanyakan ya Tuhan…
Maaf ya Tuhan..
Tapi, bagaimanapun ia, jika ia pilihan-Mu, aku yakin itu terbaik untukku…


Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan rizki yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

Last but Not Least Tuhan…
Ada ulama yang mengatakan, “Jodoh itu di Tangan Tuhan, tapi kalau ga diambil ya di Tangan Tuhan terus!”
Apa itu benar Tuhan?
Ah! Rahasia lagi…
No Prob Tuhan..
Karena aku tahu, dibalik semua rahasia-Mu, terdapat kebaikan yang memaksa setiap orang untuk terus meningkatkan ikhtiar dan tawakkalnya.


“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49)

Akhirul kalam..
Terima kasih Tuhan telah mendengarkan rajukanku, hamba-Mu yang manja ini..


Ttd


RAHASIA‼!
(Emangnya Tuhan doang yang bisa maen rahasia2an! :p)


“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).