Kemarin seorang sahabat mengirimkan bbm pada saya perihal pembicaraan serius dirinya dengan gadis pujaannya, kalo anak sekarang bilang tjurhat. kira-kira begini isi Pembicaraannya
F (Fulan) : Bro, Hari ini gua main kerumah si A ni, langsung ketemu ibunya.
A (Ane) : Wuidih, trus-trus gimana?
F : Ibunya tegas banget dan amat sayang putrinya. baru duduk langsung ditanyakan tujuannya. standart ibunya tinggi bro, dia mau anaknya menikah dengan laki-laki Mapan ya pengennya yang bekerja sebagai PNS atau di BUMN lah. dan nyokapnya ada rencana mau jodohin dia sama anak temannya.
A : Sabar bro, kencengin doa sama tawakal, serahkan semua sama gusti Alloh
Setelah pembicaraan itu saya jadi teringat tentang pembicaraan dengan seorang yang baru saya kenal disebuah tempat kajian di daerah Tebet. dia bercerita beberapa bulan lalu dia bekerja di sebuah bank ternama di Tanah air, setelah mendapatkan materi tentang riba keinginan keluar dari tempat bekerjanya begitu tinggi dan tanpa pikir panjang, tanpa ada pekerjaan yang siap menerima, dia mengundurkan diri dari pekerjaannya.
"Antum ga khawatir besok makan apa? cicilan rumah gimana?"
"Ane percaya, ada Allah yang udah mengatur rezeki hambanya, rezeki tiap hambanya ga akan tertukar. ane serahkan semua sama Allah"
"trus sekarang gimana?'
"Alhamdulillah udah kerja lagi. dulu ane setiap hari menempuh jarak 120Km pergi pulang tempat kerja. sekarang ane deket 1 jam perjalanan aja dari rumah, dan seminggu ane cuma 3 hari kerja"
Subhanallah....
Sering kali kita menciptakan tuhan - tuhan baru dalam hidup kita. kita lupa bahwa Allah lah sesungguhnya yang memberikan kita rezeki. bukan pekerjaan,bukan perusahaan ataupun atasan kita. jadi jangan sampai kita lupa tujuan hidup karena sibuk berlomba dan bermegah-megahan. Ingat tujuan kita untuk menghambakan diri kepada Allah, bukan menghambakan diri pada pekerjaan, kepada atasan, kepada perusahaan dan materi.
mari kita sedikit menyimak surah At-Takatsur
Alhaakumuttakaatsur
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,”
Hatta zultumul makobir
"Sampai kamu masuk ke dalam kubur
Kalla saufata’ lamuun, tsumma kalla saufata’ lamuun
"Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)"
Kalla lauta’lamuun na ilmalyaqiin
"Dan janganlah begitu,kelak kamu akan mengetahui"
Latarawunnal jahiim
"Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim
tsumma latarawunnaha ainal yaqiin
“Kemudian sungguh kalian itu (orang-orang yang terlalaikan) akan melihat jahim dengan mata kepalamu sendiri
tsumma latus alunnayau maidzin aninnaiim
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahan di dunia itu)”